Kamis, 14 Juli 2011

Kesadaran Terhadap Nilai Ekonomis Sampah Masih Minim

Kampung Pintar – Yayasan Bina Mandiri bersama Yayasan Peduli Negeri melakukan kunjungan di sepuluh wilayah Kampung Pintar, belum lama ini. Dari kunjungan tersebut diketahui bahwa penanganan sampah rumah tangga di Kota Makassar dilakukan dengan cara memisahkan antara sampah organik dan sampah anorganik. Jenis sampah yang masih laku dijual ke pengepul. Sementara, sebagian masyarakat membuang langsung sampahnya ke kontainer.

Program Kampung Pintar tahun 2011 ini memfokuskan kegiatan pada penguatan bank sampah. Sampah-sampah tersebut nantinya akan dipusatkan di bank sampah ORW. Mekanismenya, semua sampah yang masih dapat digunakan akan dikumpulkan untuk kemudian dijual kepada pengepul atau pengrajin sampah daur ulang.

Dari kunjungan yang dilakukan selama dua hari itu ditemukan fakta bahwa masalah yang dihadapi masyarakat Makassar dalam penanganan sampah rumah tangga antara lain lokasi yang sempit yang mengakibatkan volume sampah yang bisa ditampung terbatas, kurangnya pengetahuan tentang nilai ekonomis sampah, kurangnya akses ke pembeli sehingga terkadang sampah yang telah dikumpulkan menumpuk dalam waktu lama.

Pemahaman yang ada selama ini bahwa minimnya inisiatif masyarakat untuk menangani permasalahan sampah karena mereka menganggap pekerjaan ini tidak menjanjikan dan merupakan tugas pemerintah kota. Paradigma lain adalah bahwa bila masyarakat membuang sampah pada tempatnya itu sudah cukup bagi mereka untuk berpartisipasi menjaga kebersihan. Mereka tidak pernah berusaha meminimalisir sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA) dengan cara mengambil sampah yang bisa digunakan kembali.

Karena itu melalui progam Kampung Pintar, masyarakat akan diarahkan untuk mengadakan karung pilah untuk memisahkan antara sampah organik dan anorganik. Selanjutnya, petugas bank sampah menjemput sampah yang telah dipilah dari warga untuk ditampung di bank sampah. Sampah yang terkumpul di bank sampah akan dijual ke pengepul atau pengrajin daur ulang. (Firman/KP)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar